Info ASN PNS, Info ASN CPNS, Info ASN PPPK, Info Pensiunan

Senin, 28 Agustus 2017

JATAH DANA PUSAT DIPANGKAS, GAJI GURU KONTRAK BULELENG TERANCAM TIDAK TERBAYAR

Sahabat pembaca Info ASN PPPK, sudah tahukah anda bahwa menyusul pemangkasan jatah dana dari pemerintah pusat tahun ini, Pemkab Buleleng harus “memutar otak” mengumpulkan dana untuk membiayai program termasuk membayar gaji guru kontrak yang terhutang. Total keperluan dana pembayaran gaji guru kontrak itu mencapai Rp 3,6 miliar.

Jika, kebutuhan dana ini tidak terpenuhi, maka guru kontrak pun menjadi korban dan terancam tidak mendapat gaji. Jumlah guru yang dikontrak tercatat 1.000 orang. Mereka dikontrak untuk mengatasi krisis guru sekolah dasar (SD) di semua wilayah di Buleleng. Setelah diangkat, meraka mendapat gaji sebesar Rp 1,2 juta perorang perbulan.

Dalam APBD 2017 ini, pemkab mengalokasikan kebutuhan gaji guru kontrak untuk Januari hingga September. Sedangkan, untuk Oktober-Desember rencananya dialokasikan melalui APBD Perubahan 2017 dengan total Rp 3,6 miliar. Sayang, rencana menambah kebutuhan gaji guru kontrak sebesar itu tampaknya cukup berat, karena dua sumber dana dari pusat yakni dana alokasi umum (DAU) dan Bagi Hasil Pajak (BHP) dipangkas dari jatah semula.

Pemerintah pusat memberikan DAU kepada pemkab Rp 982,6 miliar, dan BHP sebesar Rp 23,7 miliar. Dana itu pun telah terpasang dalam APBD Induk 2017. Namun menjelang penyusunan APBD Perubahan 2017, pemerintah mengurangi kedua sumber dana tersebut. Rinciannya DAU dipangkas sebesar Rp 17,2 miliar, dan BHP Rp 5,9 miliar. Atas kebijakan ini, pemkab kehilangan pendapatan dari kedua sumber DAU dan Bagi Hasil Pajak mencapai Rp 23,1 miliar.

Kepala Bappeda, Penelitian, dan Pengembangan Buleleng Gede Darmaja, Minggu (27/8) memastikan dana gaji kontrak sudah tersedia. Dia menjelaskan, kebutuhan tambahan dana pembayaran gaji guru kontrak sebesar Rp 3,6 miliar sudah tersedia dari pengalihan anggaran program yang masih bisa ditunda di tahun 2017. Dari upaya itu, sudah terkumpul dana sekitar Rp 7 miliar.

Dari jumlah itu, sebesar Rp 3,6 miliar telah diprioritaskan untuk pembayaran nafkah guru kontrak. “Ini masalah nafkah para guru, kalau ini tidak tersedia, kasian mereka dan bisa akan berdampak serius. Makanya kita prioritaskan anggaran pengalihan kegiatan yang bisa ditunda kita pakai bayar gaji guru kontrak,” jelasnya. 

Berita ini bersumber dari BALIPOST.
Share:

Rabu, 09 Agustus 2017

Pengumuman Rekrutmen Dosen Tetap Non PNS Universitas Gadjah Mada Tahap II Tahun 2017

Sahabat pembaca Info ASN PPPK, sudah tahukah anda bahwa Universitas Gadjah Mada (UGM) membuka kesempatan untuk berkarier menjadi Dosen Tetap Non-PNS di lingkungan Universitas Gadjah Mada, tahap kedua tahun 2017. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman https://rekrutmen.sdm.ugm.ac.id/. Adapun persyaratan dan tatacara pendaftaran sebagai berikut:


Silakan unduh.
Share:

Jumat, 04 Agustus 2017

Guru Akan Direkrut dengan Sistem Kontrak

Sahabat pembaca Info ASN PPPK, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah mempertimbangkan mekanisme perekrutan dengan sistem pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) alias kontrak. Saat ini, Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih menghitung jumlah kekurangan guru di setiap daerah, terutama untuk penempatan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarna Surapranata menjelaskan, penerapan P3K pada sistem perekrutan guru sedang dibahas intensif di lintas kementerian. Pembahasan dilakukan termasuk dengan Kementerian Keuangan. Menurut dia, P3K menjadi opsi realistis untuk menutupi kekurangan guru di wilayah 3T dengan cepat.

“Jadi ini masih digodok dan kabarnya pihak BKN juga masih menunggu Peraturan Pemerintah. P3K menjadi opsi karena formasi CPNS tidak dapat memenuhi kebutuhan kekurangan guru. Banyak daerah yang kelebihan tenaga PNS nonguru, jadi kalau merekrut guru PNS, banyak daerah yang tidak mampu membayar gajinya,” ujar Pranata di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat 4 Agustus 2017.

Ia mengatakan, untuk memenuhi kekurangan guru, pemerintah sudah merekrut sebanyak 6.296 orang melalui program Guru Garis Depan (GGD). Jumlah tersebut jauh dari cukup mengingat kekurangan guru produktif mencapai sekitar 92.000 orang. “Masalah krusial pada guru adalah tenaga PNS di tanah air sudah berlebih namun distribusinya tidak merata. Rasio guru di Indonesia termasuk termewah di dunia. Yakni;  1:19 untuk SMK dan 1:14 untuk SMA. Kami berusaha meredistribusi guru tapi perlu dukungan pemerintah kabupaten/kota dan provinsi,” ujarnya. 

Kepala BKN Bima Haria Wibisana menuturkan, sistem P3K mendukung program GGD dan upara redistribusi guru. Menurut dia, dengan sistem kontrak, guru tak bisa meminta dimutasi karena terikat kontrak kerja. “Ketika sudah menjadi PNS, lebih banyak ditemukan guru berstatus PNS yang semangat mengabdi menurun dan meminta dimutasi. P3K ini fasilitasnya sama dengan PNS, hanya kerjanya berdasarkan kontrak perjanjian kerja. Bisa 2-5 tahun,” katanya.

Gaji ditanggung pemerintah pusat
Dia mengatakan, gaji guru P3K ditanggung pemerintah pusat. Menurut dia, guru yang akan direkrut pun untuk mata pelajaran tertentu yang sesuai dengan kebutuhan di setiap daerah. “Misalnya guru kimia, fisika, dan biologi. Tapi saya belum bisa menjalankan wacana ini sebelum PP terbit. P3K ini bukan hanya untuk formasi guru tetapi untuk beberapa bidang seperti bidan,” ucapnya.

Ia menuturkan, BKN dan Kementerian PANRB masih mengalkulasi manfaat dari P3K. Termasuk mempertimbangkan kondisi kesiapan anggaran negara. Bima mengaku, sistem P3K sudah banyak diterapkan di beberapa negara maju. Kendati demikian, P3K untuk guru dan bidan di Indonesia belum tentu cocok diterapkan. 

“Di Singapura misalnya, PNS itu untuk tenaga administrasi saja. Untuk bidan dan guru, menggunakan sistem P3K. Jangan ada anggapan P3K tidak memihak guru. Ini untuk kepentingan semua pihak yang utamanya untuk mempercepat pemenuhan kekurangan guru di daerah 3T dan peningkatan kualitas pendidikan nasional,” ucapnya.

Berita ini bersumber dari Pikiran Rakyat.
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.