Info ASN PNS, Info ASN CPNS, Info ASN PPPK

Jumat, 13 Juli 2018

Deputi Sinka BKN: Seleksi CPNS 2018, SKD dan SKB Gunakan CAT BKN dan Tidak Ada Lagi Portal Registrasi Mandiri

Sahabat pembaca Info ASN CPNS PPPK 2018, sudah tahukah anda bahwa penerimaan dan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2018 akan menggunakan mekanisme pendaftaran dan pelaksanaan seleksi CPNS akan dilakukan secara terpusat atau terintegrasi.

Kedua poin tersebut menjadi topik utama yang dijabarkan oleh Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka BKN) Iwan Hermanto kepada seluruh jajaran pengelola kepegawaian instansi pusat dan daerah saat menjadi Keynote Speaker dalam perhelatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas Kepegawaian 2018) yang berlangsung pagi ini Rabu, (11/07/2018) di Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE BSD) Tangerang.

Iwan menyampaikan bahwa berbeda dengan proses seleksi sebelumnya, mulai tahun ini seluruh pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB) hanya akan dilakukan melalui seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT BKN) yang akan diselenggarakan BKN selaku Pelaksana Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Menurutnya bahwa dengan perubahan mekanisme itu seluruh proses seleksi CPNS dipastikan sesuai ekspektasi publik.

Selain perubahan dari proses seleksi, menurut Iwan bahwa pendaftaran CPNS akan dilakukan terintegrasi melalui portal nasional via http://sscn.bkn.go.id dan tidak ada pendaftaran melalui portal mandiri oleh instansi. “Dengan perubahan mekanisme ini, alur pendaftaran CPNS akan lebih singkat sehingga memudahkan pelamar dalam pendaftaran satu pintu,” jelas Iwan.

Rakornas Kepegawaian Tahun 2018 mengusung tema “Human Capital Management Dalam Era 4.0 Menuju World Class ASN” secara khusus mengupas kesiapan SDM ASN dalam pelayanan publik di era revolusi industri 4.0 yang digaungkan Pemerintah melalui peran BKN selaku pembina manajemen ASN. Selaku pelayan publik, ASN harus mampu beradaptasi dan mengubah paradigma. Secara bersama ASN akan menerapkan layanan berbasis digital.

Rakornaspeg 2018 juga menghadirkan Senior Adviser Kementerian Keuangan Singapura dan Senior Fellow Civil Service College, Lim Soo Hon, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf dan praktisi Human Capital lainya, seperti Country Talent & Learning Head Citibank dan PT. Telkom Indonesia.

Berita ini bersumber dari BKN.
Share:

Rabu, 11 Juli 2018

[Wawancara] Jumpa pers Rakornaspeg Th. 2018

Ada sekitar 100.000 formasi bagi tenaga pendidik pada penerimaan CPNS tahun 2018, formasi bagi CPNS pusat dan daerah, serta pelaksanaannya akan dilakukan oleh BKN.

Simak penjelasan Menteri PAN & RB Asman Abnur, Kepala BKN Bima Haria Wibisana, & Deputi Bidang Sinka Iwan Hermanto pada video berikut.


Sumber berita : Youtube
Share:

Jumat, 06 Juli 2018

Mekanisme Seleksi CPNS Terintegrasi, Jadi Special Issue Rakornas Kepegawaian 2018

Sahabat pembaca Info ASN CPNS PPPK, sudah tahukah anda bahwa mekanisme seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) terintegrasi menjadi special issue yang akan dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepegawaian Tahun 2018 yang akan dihelat Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 11 Juli 2018 mendatang di Gedung Indonesia Convention Exchibition (ICE) BSD Tangerang. Salah satu alasan diangkatnya isu tersebut untuk memperluas penetrasi kepahaman publik mengenai seleksi CPNS yang kini semakin profesional, transparan dan obyektif sebagai bukti komitmen mewujudkan kinerja birokrasi yang lebih baik.

Dalam wawancara dengan Tim Humas BKN, Senin (2/7/2018) Deputi Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) BKN salah satu Keynote Speaker dalam Rakornas Kepegawaian 2018 menyampaikan bahwa BKN selaku pelaksana kegiatan penyelenggaraan rekrutmen CPNS tahun 2018 berencana menggunakan sistem seleksi CPNS terintegrasi. Menurutnya sistem tersebut akan memangkas alur penyelenggaraan seleksi, salah satunya dalam mekanisme pendaftaran. “Jika pada tahun sebelumnya, pendaftar seleksi CPNS pada sejumlah instansi masih harus membuka dua portal saat akan registrasi, kini proses pendaftaran hanya berfokus pada portal SSCN (Sistem Seleksi CPNS Nasional– red ),” beber Iwan.

Iwan juga menambahkan bahwa rencananya dalam pelaksanan seleksi CPNS pun juga hanya akan menggunakan satu sistem seleksi yakni Computer Assissted Test (CAT-BKN) yang dari hari ke hari semakin memikat kepercayaan publik karena obyektivitas dan transparansi yang mampu dibuktikan dalam penyelenggaraan seleksi selama ini.

Sementara itu Kepala Biro Humas BKN selaku Koordinator Tim Publikasi Rakornas Kepegawaian 2018 Mohammad Ridwan menyampaikan bahwa selain kebijakan teknis pelaksanaan seleksi CPNS, dalam Rakornas nanti juga akan dipaparkan materi “Kebijakan Rekrutmen PNS Menuju World Class Aparatur Sipil Negara” yang akan disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur. “Menteri PANRB juga salah satu Keynote Speaker dalam Rakornas Kepegawaian 2018. Menteri akan menyampaikan kebijakan pemerintah ihwal rekrutmen PNS,” pungkas Mohammad Ridwan.

Berita ini bersumber dari BKN.
Share:

Selasa, 26 Juni 2018

Pemerintah Siapkan Model Pensiun Baru Yang Lebih Untungkan ASN

Sahabat pembaca Info ASN CPNS PPPK, sudah tahukah anda bahwa Pemerintah menyiapkan rancangan model pensiun yang baru, yang nantinya diharapkan akan lebih baik lagi, dan akan memberikan kebahagiaan lagi kepada ASN (Aparatur Sipil Negara) yang mau pensiun, sehingga tidak stres kalau mau pensiun.

“Dengan konsep yang baru ini nanti, ini belum bisa saya keluarkan konsepnya karena masih perlu pematangan, nanti pensiunnya itu akan lebih besar diterima daripada yang sekarang manfaatnya,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Pensiunan Aparatur Sipil Negara, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/6) sore.

Dijelaskan Menteri PANRB, PNS (Pegawai Negeri Sipil) itu membayar iuran pensiun sebesar 4,75% dari gaji pokok dan tunjangan keluarga. Dana Pensiun itu saat ini dikelola oleh Taspen layaknya seperti pengelolaan badan usaha milik negara (BUMN) lainnya, dimana pengembalian keuntungan itu tidak langsung secara direct dirasakan oleh ASN.

“Kita berharap nanti dengan model baru ini investasi itu betul-betul bermanfaat buat ASN, seperti penyiapan komplek perumahan untuk ASN atau apartemen untuk ASN, sehingga dengan pengelolaan dana yang efisien nanti mungkin pensiunan PNS ini sudah punya jaminan punya rumah pada saat pensiunnya,” terang Asman.

Jadi, lanjut Asman, nanti dengan pengelolaan dana pensiun secara profesional oleh badan pensiun, apakah dalam bentuk BUMN atau bukan, itu betul-betul investasinya diarahkan kepada yang bermanfaat ke ASN, seperti bikin perumahan untuk ASN sehingga harganya betul-betul bisa dinikmati dengan harga yang lebih bagus.

“Tadi kalau tidak hitung ya jumlah pensiun eselon I saja kalau sekarang begitu dia pensiun itu paling terimanya Rp4,5 juta maksimum Rp5 juta karena dari gaji pokok. Nanti setelah dengan sistem yang baru dengan sistem kontribusi bersama pemerintah dengan ASN seperti yang perusahaan korporasi sekarang itu bisa di atas Rp20 juta lebih kurang. Saya pikir ini akan lebih baik,” ujar Asman

Mengenai kapan diberlakukan model pensiun baru itu, Menteri PANRB Asman Abnur mengemukakan, bahwa nantinya setelah model pensiun baru ini disepakati akan difinalkan pada ratas berikutnya.

“Ya ini masih dalam tahapan finalisasi. Jadi pada saat ratas berikutnya insyaallah putus,” kata Menteri PANRB.

Ada ‘Cut Off’

Menteri PANRB juga menjelaskan, bahwa model pensiun baru tentunya tidak berlaku untuk yang sudah pensiun. Nantinya, akan ada cut off. Untuk pegawai yang baru direkrut itu akan full diterapkan dengan model pensiun yang baru. Tapi misalnya yang 5 atau 10 tahun lagi pensiun itu nanti akan terjadi 2 model yang sebelum cut off mendapat model pensiun yang lama tapi setelah yang baru sisanya mendapat ada 2 sistem nanti.

“Nah modelnya secara pasti nanti akan kita putuskan pada ratas berikutnya,” tukas Asman.

Mengenai adanya badan baru yang akan menangani dana pensiun ASN itu, Menteri PANRB Asman Abnur menjelaskan, bisa saja nanti Taspen diintegrasikan ke dalam badan tersebut. Sehingga nanti tidak sulit lagi karena organnya sudah ada. Hanya saja nanti aturan-aturan khusus yang diterapkan itu betul-betul investasinya, keamanan investasinya, manfaatnya itu betul-betul orientasi untuk kesejahteraan ASN

Itu BLU atau bagaimana, pak?
“Nah itu belum ditetapkan,” jawab Asman.

Menteri PANRB juga meyakini model pensiun baru ini tidak akan membebani APBN, tidak seperti sekarang, dimana pemerintah harus membayar dana pensiun Rp100 triliun lebih.

Dengan sistem yang baru nanti, jelas Asman, otomatis beban APBN nya akan lebih turun. Kemudian dana yang terhimpun inilah yang nanti dipakai untuk membayar pensiun itu. Dengan demikian, tabungan hari tua itulah kita harapkan bisa memenuhi pembayaran dana pensiun tersebut.

Berita ini bersumber dari SETKAB RI.
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.